Ini Kata Pertamina Terkait Kelangkaan LPG 3 Kg di Minsel


Amurang, ME

Menyingkapi kelangkaan LPG 3 Kg di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) beberapa waktu lalu akhirnya menemui titik terang. Dalam rapat koordinasi dan evaluasi yang di gelar Bagian Perekonomian Setdakab Minsel bersama Pertamina dan pihak agen, terungkap kelangkaan terjadi karena adanya spekulan.

"Setelah dikaji bersama dengan pemerintah, penyebab utamanya adalah spekulan. Artinya barang yang ada di pangkalan di sedot ke spekulan," ungkap Sales Eksekutif Pertamina Sulawesi Utara Gorontalo (Sulutengo) Adeka Sangtraga, di Kantor Bupati, Kamis (4/2).

Saat ditanya mengapa penyaluran bisa sampai ke spekulan apakah kesalahan penyaluran dilakukan oleh agen atau pertamina secara tegas dia mengatakan itu terjadi karena kedisiplinan dari oknum.

"Artinya barang itu harusnya disuplai di Amurang atau Tompaso Baru. Tapi oleh oknum tersebut dibawah ke tempat lain. Akhirnya Amurang dan Tompaso Baru terjadi kekosongan," jelasnya.

"Jadi masalahnya dari kedisiplinan oknum yang memanfaatkan situasi, bisa jadi dari agen dan pangkalan," sambung Adeka.

Dalam hal ini dia mengatakan jika agen benar-benar menahan stok tentu akan diberikan sangsi.  Sanksinya berupa skorsing satu sampai tiga bulan hingga sampai pada pemutusan badan usaha.

"Untuk Minsel, hanya efek berbagi. Sebagai contoh agen yang seharusnya yang dilayani daerah ini, tapi barangnya dibawah kemana-mana. Akhirnya jatah tempat ini yang seharusnya disuplai hari ini harus di suplai keesokan harinya," ujarnya.

"Dengan demikian terjadi kekosongan stok. Disini ada merasa tidak disuplai padahal sudah disuplai tapi dibawah kemana-mana. Si oknum ini tidak bisa menjaga stoknya atau tidak bisa melayani daerah penugasannya. Itu yang terjadi," tambah Adeka. (jerry sumarauw)



Sponsors

Sponsors