HARI KASIH SAYANG


Oleh : Grace.M.C.Lumintang,M.Pd.K

Bulan Februari tepatnya tanggal 14 menjadi hari yang spesial bagi beberapa orang. Banyak orang mengenal hari tersebut sebagai hari Kasih Sayang. Walaupun pada tanggal tersebut tidak di tandai dengan ‘tanggal merah’ di kalender, tanggal tersebut tetap diingat dan dirayakan oleh banyak orang di dunia.

Hari valentine sendiri mempunyai cerita asal usul atau sejarah dengan berbagai versi. Salah satunya yang paling umum diketahui beberapa orang adalah cerita mengenai santo Valentinus yang menentang aturan Kaisar Claudius II untuk melarang pasangan untuk menikah tetapi Santo Valentine yang notabene seorang pendeta masih tetap menjalankan upacara pernikahan pasangan yang datang kepadanya. Namun upacara tersebut dilakukan secara sembunyi sembunyi. Tetapi pemberontakan sang pendeta pun diketahui juga oleh Kaisar. Kaisar Claudius II pun murka, ia memerintahkan menangkap Valentine dan memenggal kepalanya. Valentine pun wafat tepat di tanggal 14 Februari tahun 270 Masehi. Demi mengenang kematiannya, nama Festival Lupercalia pun di ganti menjadi Festival Valentine.

Ketika agama Katolik mulai berkembang, para pemimipin gereja ingin turut andil dalam peran tersebut. Untuk mensiasatinya, mereka mencari tokoh baru sebagai pengganti Dewa Kasih Sayang, Lupercus. Akhirnya mereka menemukan pengganti Lupercus, yaitu Santo Valentine. Di tahun 494 M, Paus Gelasius I mengubah upacara Lupercaria yang dilaksanakan setiap 15 Februari menjadi perayaan resmi pihak gereja. Dua tahun kemudian, sang Paus mengganti tanggal perayaan tersebut menjadi 14 Februari yang bertepatan dengan tanggal matinya Santo Valentine sebagai bentuk penghormatan dan pengkultusan kepada Santo Valentine. Dengan demikian perayaan Lupercaria sudah tidak ada lagi dan diganti dengan "Valentine Days".

Seiring berjalannya waktu, Hari Valentine pun mulai dirayakan di dunia barat sebagai Hari dimana para pasangan yang saling jatuh cinta saling mengungkapkan rasa sayang dan cintanya kepada pasangannya dengan berbagai cara. Hal ini pun mulai dikenal diluar dunia barat dan saat itu pun hari valentine dikenal oleh semua orang sebagai Hari Kasih Sayang, termasuk di Indonesia.

Sampai saat ini Hari Valentine masih banyak dirayakan di berbagai negara dan oleh berbagai kalangan. Adanya Hari Valentine di dunia pun menjadi perhatian bagi banyak pemuka-pemuka agama. Mereka mencoba mengkaji berbagai pandangan mengenai Hari Valentine ini. Ada yang menganggap bahwa Hari Valentine tidak pantas dirayakan karena dianggap menduakan Tuhan. Ada juga yang mengharamkan Hari Valentine karena perayaan tersebut dibarengi dengan pesta pora dan seringkali pada saat itu para pemuda-pemudi melanggar norma-norma yang berlaku.

Tetapi hal itu tidak banyak mempengaruhi banyak orang di dunia, khususnya di Indonesia. Hari Valntine tetap dikenal dengan Hari Kasih Sayang., hari dimana setiap orang boleh menyatakan rasa sayangnya kepada siapapun; baik itu kekasih, orang tua, kakak atau adik, bahkan sahabat. Hari Valentine masih dirayakan oleh banyak orang. Setiap perusahaan pun melihat keuntungan dari hari ini. Perusahaan berlomba-lomba menawarkan produk yang berkaitan engan valentine, seperti; coklat bertuliskan valentine, bunga-bunga khusus bagi para pasangan, kartu ucapan, dll.

Hari Kasih Sayang bisa menjadi hari yang spesial bagi kita dan orang-orang terdekat dengan kita. Kita bisa menjadikan moment itu menjadi sesuatu yang indah, tidak hanya menyatakan rasa sayang kita kepada pasangan atau keluarga, tetapi kita juga bisa berbagi rasa peduli dan perhatiaan kita kepada orang-orang yang membutuhkan sebagai bentuk rasa saling menghargai dan menghormati antar sesama. Jadikan juga moment ini menjadi saat yang tepat untuk kembali memperbaiki hubugan yang sudah rusak serta kembali menjalin persaudaraan dan persahabatan dengan orang-orang terdekat, sehingga kita bisa hidup dengan penuh cinta kasih dan menciptakan dunia yang aman dan nyaman. (**)



Sponsors

Sponsors