Foto: Franky Pasla.(Ist)
Masalah Trafficking, Pasla Angkat Bicara
Amurang, ME
Portitusi anak baru gede (ABG) tengah menjadi perbincangan hangat di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel). Kehadiran kapal 'genset raksasa' di Sulut bukan hanya mengatasi masalah listrik tapi juga membawa masalah di Minsel. ABG Minsel kini jadi incaran bule Turki yang bekerja di kapal tersebut untuk dijadikan pemuas kebutuhan biologis.
Setidaknya ada empat ABG asal Tumpaan nyaris jadi korban trafficking dengan modus kawin kontrak dengan diiming-imingi uang 50 juta per tahun. Beruntung kasus ini cepat terbongkar karena rabu lalu salah satu orang tua melaporkan CL (21) warga Tumpaan ke polisi yang diduga menjadi mucikari dengan menawarkan para anaknya kepada bule Turki.
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Karang Taruna Minsel, Franky Pasla prihatin dengan masalah yang terjadi saat ini. Menurut dia portitusi dan trafficking yang terjadi di Minsel sangat mencoreng harkat dan martabat dan masa depan generasi muda.
"Ini tidak bisa dibiarkan karena bertentangan dengan norma agama. Untuk itu saya mendukung upaya hukum yang dilakukan kepolisian terhadap oknum-oknum yang terlibat dalam masalah ini," ujar Pasla, saat memberi keterangan kepada manadoexpress.co, Minggu (14/2).
Dia mendesak pihak kepolisian dan dinas terkait dalam hal ini ketenaga kerjaan segera memanggil para anak buah kapal (ABK) kapal listrik Zeynep Sultan asal Turki. Pemanggilan ini menurut dia sangat penting karena untuk keperluan penyelidikan sebagai pembuktian.
"Jika terbukti tentu harus diberikan sangsi tegas sesuai hukum yang berlaku," ucapnya.
Selanjutnya ia mengatakan,kasus yang terjadi itu harus dijadikan pengalaman bagi orang tua agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak mereka. Menurut dia rang tua dalam hal ini tidak boleh lengah apalagi belakangan ini banyak kasus yang melibatkan anak sekolah karena pergaulan bebas.
"Orang tua jangan sampai dibodohi anaknya. Kasus yang menimpa ke empat ABG ini bisa dijadikan pelajaran bagi semua orang tua, karena peran orang tua sangat penting ketika anak masuk usia remaja. Tentunya orang tua harus memberikan pemahaman kepada anak agar tidak melakukan hal-hal merugikan yang merusak masa depan mereka," tandasnya. (jerry sumarauw)



































