DBD Intai Bitung, Walikota Minta Masyarakat Waspada
Bitung, ME
Perubahan cuaca extrim yang terjadi belakangan ini mulai memicu wabah Demam Berdarah Dengue (DBD). Kota Bitung sendiri menjadi salah satu kawasan yang paling rentan. Selang dua pekan terakhir, sejumlah kasus DBD mendadak muncul di ‘Kota Cakalang’.
Data yang berhasil dirangkum manadoexpress.com di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Kandou Malalayang, sepekan terakhir tiga pasien DBD asal Bitung dirawat. “Ada beberapa (pasien DBD, red) yang masuk sepekan terakhir. Tapi yang paling banyak dari Bitung. Tiga orang,” ungkap Selvie, salah satu tenaga perawat di RSUP Kandou Malalayang.
Pemerintah Kota (Pemkot) Bitung sendiri tampak menaruh perhatian besar terhadap resiko wabah DBD menyusul tingginya curah hujan akhir-akhir ini. Walikota Hanny Sondakh bahkan mengeluarkan himbauan kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.
“DBD hingga kini masih merupakan salah satu penyakit dengan kasus kematian tertinggi di Bitung. Ini harus diwaspadai oleh seluruh masyarakat,” papar Walikota.
Ia pun meminta agar masyarakat mengambil langkah-langkah antisipatif dengan menjaga kebersihan sanitasi lingkungan agar terhindar dari penyakit tersebut. “Jangan membuang sampah sembarangan. Sebab sampah merupakan tempat bersarangnya nyamuk. Apalagi di musim hujan seperti sekarang,”ujar Sondakh.
Walikota Sondakh juga meminta kepada masyarakat untuk memperhatikan kebersihan saluran air. Hal itu juga membantu menghindari masyarakat dari ancaman banjir pasir. “Saya meminta instansi terkait untuk selalu melakukan pengecekan dan perbaikan apabila ada infrastruktur ataupun sabodam yang mengalami kerusakan. Segera di perbaiki agar bisa berfungsi dengan baik. Ini penting untuk mencegah banjir pasir," tandas Sondakh. (jandri moningka)
Foto: Walikota Bitung, Hanny Sondakh (ist)



































