Foto: Tampak para pemuda kabupaten Mitra serius mendengarkan pemaparan kegiatan, inzet Meidy Tinangon saat membuka kegiatan. (Foto Hendra Mokorowu)
KPU Sulut Ajak Pemuda Mitra Jadi Pelaku Sejarah Pilkada
Ratahan, MX
Puluhan perwakilan komunitas pemuda dari berbagai wilayah di kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) terhimpun di balai desa Pangu, kecamatan Ratahan Timur, Jumat (16/11). Ini dalam kerangka Sosialisasi Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) yang digiatkan organisasi kemasyarakatan Pemuda (OKP) Gerakan Minahasa Muda (GMM). Di momentum ini, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulut mengajak pemuda Mitra untuk menjadi pelaku sejarah pada 27 November 2024, yang merupakan pemilihan kepala daerah (Pilkada) terbesar di sepanjang histori Indonesia.
"Marilah kita sebagai pemuda, bukan hanya saksi, tapi menjadi pelaku sejarah. Tahun 2024 ini kita semua menjadi bagian dari penyelenggaraan Pilkada serentak nasional yang pertama kali. Ini Pilkada terbesar di sepanjang sejarah pemilihan di Indonesia," ajak Ketua Divisi Hukum dan Pengawasan, KPU Sulut, Meidy Yafeth Tinangon, S.Si., M.Si., saat membuka kegiatan sosialisasi.
Dijelaskannya, menjadi pelaku sejarah tidak hanya ketika datang ke tempat pemungutan suara (TPS). Tetapi dengan kehadiran dalam sosialisasi ini, komunitas-komunitas pemuda Minahasa Tenggara telah menjadi pelaku sejarah. Kesempatan ini, Tinangon mengharapkan, momentum sosialisasi dapat menstimulus naiknya tingkat partisipasi masyarakat.
"Kami mengapresiasi GMM yang mau bekerja sama dengan KPU Sulut untuk melaksanakan sosialisasi. Memang, kami merancang ini sebagai Pilkada kolaboratif. Artinya kita berkolaborasi dengan semua elemen masyarakat termasuk OKP. Untuk kemudian bersama-sama menyukseskan Pilkada tahun 2024 ini," sebutnya.
Saat diwawancarai manadoxpress.com, Tinangon sangat mengharapkan kaum milenial atau pemilih pemula bisa berpartisipasi secara langsung dalam Pilkada 2004. "Bukan hanya di TPS, tapi dapat berpartisipasi juga di setiap tahapan. Bahkan bisa membantu menyebarluaskan informasi-informasi positif terkait pemilihan umum untuk mencegah hoaks serta menjaga situasi Pilkada agar tetap aman dan damai," pungkasnya. (hendra mokorowu)



































