PT PLN Dituding 'Perkosa' Hak Pelanggan
Kurang Daya Mampu, Justru Terus Terima Pemasangan Baru
Langowan, ME
Pemadaman listrik kembali dirasakan masyarakat yang berada di sejumlah wilayah Sulawesi Utara termasuk warga Langowan dan sekitarnya pekan lalu. Menurut pengakuan warga, informasi yang disampaikan seorang petugas PT PLN saat ditanya, pemadaman tersebut diakibatkan Langowan sekitarnya masuk dalam jadwal pemadaman bergilir. Hal itu dikarenakan PLN kekurangan daya mampu.
Sejumlah tokoh masyarakat pun menyoroti pemadaman listrik yang mulai diberlakukan secara sepihak oleh PT PLN. Apalagi pemadaman bergilir itu terjadi satu bulan jelang hari raya Natal.
Menurut mereka, kekurangan daya mampu seharusnya tidak menjadi alasan. Sebabnya, sampai saat ini PT PLN justru masih menerima pemasangan baru lewat listrik pintar."Pemadaman bergilir ini tidak masuk akal. Logikanya kalau sudah kekurangan daya mampu, beban listrik jangan ditambah lagi,” sorot Rival Luly, tokoh pemuda Minahasa. “Tapi yang terjadi, PT PLN tetap membuka pemasangan baru yang akhirnya membuat ketersediaan daya mampu saat ini semakin berat untuk memenuhi pasokan listrik," timpalnya.
Menurut Rival, akibat penambahan jumlah pelanggan dan beban listrik, masyarakat pelanggan listrik lainnya dirugikan. Pemadaman listrik bergilir yang diberlakukan PT PLN dinilai bentuk pengabaian hak-hak pelanggan. "PT PLN terkesan hanya fokus pada penambahan jumlah pelanggan tapi tidak memikirkan sejauh mana ketersediaan daya mampu saat ini. Pada akhirnya membuat masyarakat pelanggan yang dirugikan," tandas Luly.
Di lain pihak, Joppy Rori, warga Tompaso juga ikut melontar kritik tajam terhadap kinerja PT PLN. "Pemadaman listrik bergilir tidak bisa diterima. Kalau memang kurang daya mampu, kenapa PLN justru terus-terusan tambah pemasangan baru? Ini pemerkosaan terhadap hak-hak pelanggan," tegasnya. (marchell massie)
Foto: Petugas PLN saat memasang meter listrik prabayar. (ist)



































