Gereja dan Masjid Rusak, Satu Jembatan Hanyut
Banjir Bandang di Mitra
Ratahan, ME : Banjir bandang yang menerjang lima desa di Kecamatan Ratahan, Minahasa Tenggara, menyeret sebuah jembatan di Desa Tosoraya hingga mengakibatkan badan jembatan lenyap.
"Kini jembatan di desa kami hancur dan jalan terputus. Air sungai disertai dengan lumpur dan kayu-kayu besar tiba-tiba datang," ujar Karem, warga Desa Tosuraya, Jumat (6/12/2013).
Banjir bandang yang terjadi pada Kamis (5/12/2013) sore hingga malam hari itu bukan saja menghanyutkan jembatan, tetapi juga merendam beberapa tempat ibadah. Di Desa Tosuraya sendiri sebuah masjid terendam lumpur yang sangat tebal sehingga menimbulkan kerusakan di beberapa bagian. Sebuah bangunan gereja di Desa Lowu Utara turut pula dihantam banjir sehingga perabot dan peralatan ibadah ikut rusak.
Di Desa Rasi, pendeta dari Gereja Advent nyaris menjadi korban terjangan banjir andai tidak cepat menyelamatkan diri keluar dari dalam rumah dinas gereja. "Air sudah mencapai pinggang, beruntung pendeta dan keluarganya cepat keluar. Kini gedung gereja kami berantakan direndam lumpur. Perabot dan peralatan ibadah rusak," ujar Ketua Jemaat Gereja Advent Rasi, Berti Goni.
Selain jembatan dan gedung ibadah, banjir bandang juga merusak puluhan rumah warga. Sepuluh di antaranya rusak total, bahkan rata dengan tanah.
Bupati Mitra James Sumendap yang ditemui di lokasi bencana berjanji segera menurunkan bantuan tanggap darurat. "Bantuan kini sudah mulai dikerahkan. Posko kesehatan dan dapur umum sudah didirikan," ujar Sumendap.
Basarnas, Dinas Kesehatan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Relawan Bencana, aparat kepolisian, dan TNI sudah turun di lokasi bencana.(kpc)
Foto : Sebuah jembatan di desa Tosuraya, putus diterjang banjir bandang.(Ist)



































