Pangkalan LPG Minut Diduga Permainkan Stok


Minut, ME
Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru, sepertinya ketersediaan Liqueid Petroleum Gas (LPG) di Minut diduga mulai dipermainkan dengan cara menimbun stok yang ada. Diduga hal ini dipermainkan salah satu pangkalan LPG di Kauditan milik Lucia Frans, yang sering membeli LPG dengan jumlah yang banyak dan stok tersebut yang coba ditimbun. Terkait persediaan stok LPG itu Pemkab Minut dipanggil melakukan rapat dengan Pemprov Sulut untuk membahas masalah tersebut, dan Kabag Ekonomi Michael Karisoh ikut menjelaskan keberadaan stok LPG di Minut. Dikatakannya, memang ketersediaan stok LPG ini ada berkurang dan kami akan melakukan sidak untuk mengecek di lapangan berapa banyak sebenarnya suplai LPG di Minut yang diberikan Pertamina dan berapa banyak tabung yang dibeli setiap pangkalan. "Kalau memang terbukti ada pangkalan di Minut yang menimbun stok LPG izinnya bisa dicabut. Tapi hal ini akan diselidiki lebih mendalam," kata Karisoh. Lanjutnya, Pemprov juga sudah menyuruh untuk mengecek ke pangkalan dan hal ini akan terus dilakukan. Dalam waktu dekat akan ada tim yang turun untuk memeriksa setiap pangkalan, dan menjelang Desember akan dilakukan pemeriksaan rutin. Memang biasanya penimbunan itu bisa terjadi sebab pihak Pertamina tidak membatasi berapa banyak LPG yang bisa dibeli pangkalan, kalau memiliki modal lebih banyak bisa membeli jumlah lebih. "Nah semua ini akan ditelusuri, kalau stok sudah berlebihan dan tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat akan ditindak," pungkasnya. (tr-04)

foto: Pangkalan Elpiji gas 3 kilogram ditengarai sering mempermainkan harga.(ist)



Sponsors

Sponsors