2 Tersangka Kasus DBD di Kembuan, Puskesmas Sigap


Tondano, ME

Puskesmas Tondano Utara yang ada di Tonsea Lama mendapat kabar tentang dugaan kasus Demam Berdarah (DBD). Dengan laporan ini Puskesmas setempat memulai penyelidikan dan penyuluhan di setiap Kelurahan.

Penyuluhan tersebut dilakukan dengan berjalan keliling, tapi juga masuk dalam setiap rumah sambil mengingatkan warga untuk waspada. Warga diingatkan senantiasa mawas dengan menjaga kebersihan lingkungan sekitar.

"Kami dari Puskesmas yang ada di Tonsea Lama, saat ini sedang melakukan penyuluhan demam berdarah. Telah ada du kasus di Kembuan," kata Ben Paruntu yang  sedang melakukan penyuluhan.

Dengan adanya dugaan kasus ini, Buyung Maniin, petugas Kesehatan Lingkungan di Puskesmas Tondano Utara juga menyampaikan bahwa mereka akan menunggu hasil dari Rumah Sakit. Hasil itu akan dicocokkan dengan data yang dari Puskesmas. Keadaan lingkungannya akan diteliti, apakah benar  ada nyamuk 'Aedes Aegypti' (nyamuk penyebab demam berdarah) di sekitarnya. Sebab nyamuk ada beberapa jenis. Kondisi panas pasien juga akan dilihat. Apakah panas tersebut dikarenakan nyamuk DBD.

"Kita akan mencocokkan hasil rumah sakit dengan data yang ada di Puskesmas. Lingkungannya juga akan diteliti jika ada nyamuk apakah bersarang nyamuk penyebab DBD dan melihat panasnya apakah virus dengu," ujar Maniin.

Pasien tersangka demam berdarah kini sedang dirawat di rumah sakit. Tersangka kasus DBD ini bernama  Chelsi Rumbajan dan Cheryl Kaunang, warga Kelurahan Kembuaan Jaga IV.

"Nama-nama yang tersangka kasus DBD ini bernama Chelsi Rumbajan dan Cheryl Kaunang. Sekretaris kelurahan yang  melaporkannya tadi pagi," tambah Maniin.

Menurut penyampaian dr. Lucy Kaeng, Kepala Puskesmas Kecamatan Tondano Utara, di masa-masa bulan Desember dan Januari ini, mereka sudah mulai mawas dengan kasus-kasus penyakit disebabkan oleh nyamuk.

Apalagi sekarang hujan panas tak menentu. "Petugas baru akan mengecek apakah memang kasus demam berdarah, pasiennya sudah langsung di rumah sakit. Kami memang dari Puskesmas ketika masuk pada bulan Januari ini harus mawas karena musimnya panas hujan," jelasnya. (arfin tompodung)



Sponsors

Sponsors