Foto: Feybe Sanger. (Foto :Ist)
DPRD Minahasa Temukan Dugaan Penyimpangan
Gelar ‘Blusukan’ di Sejumlah Sekolah
Tondano, ME
Berbagai persoalan serius menguncang dunia pendidikan Minahasa. Dugaan pemotongan tunjangan sertifikasi hingga peyalahgunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), terendus saat legislator Gedung Manguni melakukan blusukan di sejumlah sekolah di Minahasa.
Dari hasil kunjungan kerja ini, diperoleh sejumlah informasi mengejutkan, terutama soal adanya dugaan penyalahgunaan BOS serta dugaan penggelapan fasilitas milik sekolah yang dilakukan oknum Kepala Sekolah (Kepsek).
Personil Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Minahasa Feybe Sanger, tak menampik hal tersebut. Ia menjelaskan dalam kunjungannya ke salah satu Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Kakas, ada laporan guru terkait penyalahgunaan dana BOS serta bantuan pengadaan dari pemerintah, berupa laptop, LCD printer dan beberapa peralatan lain yang nilainya mencapai Rp120 juta. Sejumlah peralatan milik sekolah tersebut sampai saat ini, kata dia, tidak pernah mampir di sekolah.
"Memang ada beberapa laporan penyimpangan yang perlu mendapat perhatian serius, khususnya soal penyalahgunaan dana BOS dan dugaan penggelapan barang milik sekolah yang nilainya mencapai ratusan juta rupiah," jelas Feybe.
Dia menuturkan, informasi yang diperoleh dari guru tersebut akan dikonfirmasikan langsung kepada Kepsek, untuk mencari kebenarannya. Terkait hal ini, pihaknya menghimbau kepada masyarakat ataupun guru agar turut memberikan informasi jika menemukan adanya penyimpangan di sekolah dalam bentuk apapun dengan disertai data yang jelas. Ia pun meminta kepada pihak dinas pendidikan Minahasa untuk lebih meningkatkan pengawasannya di lapangan terutama bantuan pemerintah yang berpotensi terjadi penyimpangan, agar pelanggaran penyalahgunaan dana dan kewenangan di institusi pendidikan bisa diantisipasi. (joel polutu)



































