Foto: Situasi rumah keluarga Maxi Maani yang hilang di danau Tondano.
Kronologi Hilangnya Maxi Waani di Danau Tondano
Tondano, ME
Maxi Waani (56), warga Kiniar Kecamatan Tondano Timur yang dilaporkan secara hilang misterius sejak Senin (16/2) pagi, setiap harinya dari jam 7 pagi biasa mencari Renga (Keong) di Danau Tondano.
Namun, Senin (16/2) kemarin sekira pukul delapan pagi seorang nelayan warga Toulour, Jhon Kuron, mendapati perahu korban sudah dalam keadaan kosong tanpa ada Maxi sang korban, yang ada hanya sebagian renga hasil tangkapannya.
"Waktu dia (Jhon) kata sampe di perahu dia lia so nyanda ada, cuma dia pe perahu deng renga dia pe hasil tangkapan," ujar Buang Mandolang nelayan yang juga ikut mencari korban.
Jhon bersama para nelayan yang biasa 'bertugas' di Danau Tondano langsung memberitahu keluarga tentang kejadian ini.
Dengan peralatan seadanya, para nelayan menyisir sebagian Danau Tondano untuk mencari korban, namum hasilnya nihil.
Keluarga pun menelpon Basarnas Minahasa untuk meminta bantuan. Setelah mendapat laporan dari keluarga, Tim Basarnas Minahasa segera melakukan persiapan untuk pencarian.
"Saya menerima telpon pada jam 9 sehingga, saya langsung menghubungi rekan-rekan dari Basarnas. Kami persiapan dan kami turun dengan perahu karet," ujar Jefry Mambu, ketua Basarnas Minahasa.
Diduga korban kehabisan tenaga atau pingsan pada saat menarik renga kemudian terjatuh ke dalam air dan tenggelam.
"Pa dia pe perahu so ada hasil jadi mungkin dia so kehabisan tenaga, kong pas dia month batarek kadua dia langsung ta iko karna so abis tenaga," terang Mambu.
Menurut perkiraan kejadian tersebut terjadi sekitar setengah delapan pagi.
"Mungkin kejadiannya sekitar setengah 8 pagi sebab perahunya ditemukan jam 8," tambahnya.
Istri Korban, Yeni Pakasi mengatakan, biasanya suaminya sudah pulang jam 12 siang bila Renga yang didapat sudah lumayan. “Dia tiap hari memang ja pi ba cari renga kalu hasil banyak biasa pulang jam 12, kalau sedikit ta putar-putar di danau sampe jam 3 ato 4 sore,” jelas Yeni
Tim dari Basarnas, Polres Minahasa, TNI, Satpol PP, BPBD Minahasa serta beberapa nelayan sekitar terus berupaya menemukan korban.(arfin tompudung)



































