Konflik Mengaret, Golkar Terancam Jadi Penonton di Pilkada


Jakarta, ME

Wadah mediasi konflik internal Partai Golkar, belum kunjung menemukan jalan keluar. Mahkamah Partai Golkar (MPG) yang dipercaya sebagai pengadil, masih belum bisa menentukan putusan. Ini dianggap dapat berakibat bagi eksistensi Golkar di Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada).

Kajian tersebut dibeberkan Pengamat politik dari Populi Center, Nico Hardjanto. Ia menilai Partai Golkar terancam hanya akan menjadi penonton di Pemilukada jika tidak mampu segera menyelesaikan konflik internal yang kini masih terjadi. "Kalau masih seperti ini, Golkar akan rontok, KPU tidak akan mengambil risiko terkait keabsahan suatu partai," ulasnya.

Ia menyebut, dengan asam manis pengalaman yang selama ini di konsumsi Partai Golkar, persoalan ini sudah bisa segera terselesaikan. Apalagi, masih banyak politisi senior berada di partai berlambang pohon beringin tersebut. "Senior juga harusnya mampu menjadi jembatan penyelesaian. Asal tidak disisipi kepentingan pihak tertentu," ujarnya.

Menurut Nico, kendala utama partai yang identik dengan warna kuning itu, adalah tidak adanya keinginan mengakomodasi pihak lain yang bersebarangan. Selain itu, hilangnya demokratisasi di tingkat internal Golkar. "Semuanya seperti memaksakan diri, ARB memaksa untuk jadi Ketua Umum, tapi tidak mengakomodasi pihak lainnya," ucapnya.

Sementara, Wakil Ketua Umum Partai Golkar hasil Munas Bali, Fadel Muhammad mengaku optimis dengan proses yang sedang berlangsung. Fadel yakin, sidang Mahkamah Partai, akan dimenangkan oleh kubunya. "Saya yakin Munas Bali," ucap Fadel melalui pesan singkatnya, Rabu (25/2).

Fadel mengharapkan akan ada suatu keputusan yang fair yang juga disesuaikan fakta-fakta. Menurut dia, fakta tersebut adalah dengan disahkannya Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie saat penyelenggaraan Munas Bali 2014. "Memang sudah seharusnya Pak Aburizal yang disahkan," sambungnya.

Sementara, Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar Munas Ancol, Yorrys Raweyai yang selama ini dikenal keras menyikapi konflik ini, mulai melunak. Yorrys mengaku sering berkomunikasi dengan kubu Ical meski tidak terbuka ke publik. "Selama ini kami aman-aman saja. Tidak ada konflik. Kami selama ini berkomunikasi tapi tidak pernah terbuka umum. Karena semua sudah berpikir ini saatnya kita bersatu untuk menyatukan Partai Golkar," kata Yorrys di kantor DPP Golkar, Slipi, Rabu (25/2)

Mengenai sidang MPG, Yorrys menilai itu merupakan proses politik. Di sisi lain, dia menegaskan bahwa proses islah antara mereka tetap jalan terus karena ruang itu memang terbuka. "Sidang ini proses politik. Islah jalan terus, tidak menutup kemungkinan kalau selama proses ini mediasi dibuka ruang karena ini proses internal. Yang penting Partai Golkar yang harus menang," tegasnya.

Hakim mahkamah partai golkar, Muladi, akan bacakan putusan sidang mahkamah partai Golkar, pekan depan. Sebab, seluruh keterangan dan bukti akan didalami hakim Mahkamah Partai. "Keputusan akan kita bacakan minggu depan," ujar Muladi pada seluruh peserta sidang, Rabu (25/2).

Selain jadwal pembacaan putusan, Muladi menyampaikan beberapa catatan ke peserta sidang untuk tidak memakai perkataan yang berat. Ia melarang pembicara menggunakan bahasa pasal karena dinilai berat.

Selain itu, Muladi mengingatkan seluruh peserta sidang untuk tidak mempermasalahkan eksistensi Mahkamah Partai. Sebab, Mahkamah Partai yang akan memberikan keputusan permasalahan partai. "Tolong jangan permasalahkan eksistensi MPG, karena kami akan bacakan putusan," tutup Muladi. (happy karundeng)



Sponsors

Sponsors