Foto: Ilustrasi Siswa mengikuti Ujian Nasional.
'Pernikahan Dini' Jungkalkan Nasib Puluhan Siswa
Melongok Ujian Nasional SMA Sederajat di Kabupaten Minahasa
Tondano, ME
Ujian Nasional (UN) dimulai. Program pemeritah yang sempat menuai polemik ini, rupanya meninggalkan sederet kisah menarik. Seperti di Kabupaten Minahasa. Nasib puluhan siswa peserta UN tahun 2015, kandas akibat terjerat ‘pernikahan dini’. Massa depan pendidikan Minahasa dalam bayang-bayang kehancuran.
Hal ini terkuak pada pelaksanaan UN hari pertama di kabupaten besutan Bupati Jantje Wowiling Sajow dan Wakil Bupati (Wabup) Ivan Sarundajang. Data yang dilansir Dinas Pendidikan dan Olahraga (Dikpora), sekira 67 siswa terpaksa ‘bolos’ mengikuti ujian. Alasannya, selain disandera penyakit, terdapat siswa peserta UN yang diinformasikan telah menikah.
“Secara menyeluruh pelaksanaan UN di Kabupaten Minahasa berlangsung dengan baik. Sayangnya, dari 3462 siswa yang terdaftar dalam data base dinas dan pemerintah pusat, sekira 67 siswa dinyatakan tidak ikut serta dengan sejumlah kendala,” terang Kepala Dikpora Minahasa Drs Jemmy Maramis.
Siswa yang tidak ikut ujian, kata dia, sebagian besar sudah menikah. Selain itu, ada yang minta ijin disebabkan sakit.”Untuk yang sakit akan dilakukan ujian susulan. Namun yang menjadi persoalan untuk siswa yang sudah menikah,” terangnya.
Kata Jemmy meski UN bukan lagi sebagai penentu kelulusan siswa, namun keterlibatan siswa dalam mengikuti UN, sangat menentukan nasib dan massa depan mereka.”Sebab, hasil UN kali ini akan mempengaruhi nilai keseluruhan siswa untuk mencapai kelulusan. UN menjadi salah satu referensi untuk mengukur kualitas pendidikan di Minahasa, khususnya di seluruh sekolah lanjutan tingkat atas sederajat,” aku Jemmy.
Ketidakhadiran 67 peserta UN di Kabupaten Minahasa, terindikasi menambah daftar tercorengnya prestasi pendidikan di daerah ini. Sebab dari informasi yang dirangkum di seluruh kabupaten dan kota, Minahasa masuk kategori tertinggi ketidakhadiran siswa peserta ujian tahun ajaran 2015 ini.
Terkait pelaksanaan UN, perhatian serius disematkan Bupati Minahasa Drs Jantje Wowiling Sajow dan Wabup Ivan Sarundajang. Komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa ditunjukkan Bupati dengan melakukan pembukaan sampul naskah UN hari pertama di SMA 3 Tondano. Selain itu, Bupati juga melakukan pemantauan dibeberapa sekolah yang tersebar di pusat Kota Tondano.
Di tempat terpisah, Wabup Minahasa Ivan Sarundajang melakukan pembukaan sampul soal perdana UN di SMA Negeri 1 Kakas. Wabup didampingi Camat Kakas Jefry Ch Maisiouw SSTP, Camat Kakas Barat Jefry Tangkulung SH, Anggota DPRD Feybe Sanger dan Jefry Rombot, Kabid SMA Dinas Dikpora Moudy Gumansing SPd, Kepala UPTD Dikpora Kakas Ferry Laloan SPd dan Kepsek SMA Negeri 1 Kakas Makson Kantale SPd.
Aktifis pemuda Minahasa Olvander Patirukan Sumual menyayangkan kondisi tersebut. Menurut dia, pemerintah khususnya instansi terkait seperti Dikpora diminta agresif memberikan pembinaan kepada siswa menyangkut persoalan ini.”Agar tidak terjadi masalah serupa pada pelaksanaan UN di tingkat SMP sederajat maupun UN ke depan,” jelas Olvander.
Selain itu, jelas dia, peran guru dan orang tua siswa dalam melakukan pengawasan kepada anak.”Apalagi sebagian besar waktu anak dihabiskan di rumah. Butuh pengawasan dari orang tua, sehingga setiap kegiatan yang dilakukan anak dapat dikontrol,” lugasnya.(joel polutu)



































