Manus Tewas, Liningaan 'Panas'


Tondano, ME

Kasus kriminal kembali melanda Tanah Minahasa. Kelurahan Liningaan Kecamatan Tondano Timur, digemparkan aksi pembunuhan. Liningaan 'membara'.

Nyawa Swetly Manus (29) warga Liningaan, Jumat (24/4) sekira pukul 18.30 Wita,  melayang. Swetly tewas dengan luka tusukan di bagian dada sebelah kanan atas. Diduga, Swetly 'dieksekusi' tersangka  JW alias Joly Watuseke (27).

Dari duel berujung maut ini, nyawa Swetly melayang dalam proses perawatan, sementara Joly terkena luka bacokan yang nyaris membuat tangannya putus. Kondisi kritis, Joly akhirnya dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Prof Kandouw Malalayang untuk mendapatkan pengobatan intensif.

Sejumlah saksi menyebutkan, mereka sempat melihat Joly sedang mengejar Swetly. Swetly sempat kabur."Ketika Joly datang dengan mengendarai motor,  Swetly sudah datang dengan parang. Swetly kemudian menghadangnya di tengah jalan," kata saksi yang enggan menyebutkan namanya.

Lain halnya yang diungkapkan Faly Porayouw, salah satu saksi yang melihat kejadian berdarah ini dari jarak dekat. Diakuinya, ia sempat mendengar pembicaraan Swetly dan Joly.

"Pertama Joly mengatakan, Swet kiapa ngana pukul pa kita torang dua masih basudara dekat. Kemudian terdengar lagi kalimat, adoh swet torang basudara ngana beking bagini," terang Faly yang menambahkan saat itu Swetly seperti sudah terkena tusukan.

Kejadian tersebut dibenarkan Kanit II Tipiter Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Minahasa, Aipda Graf Karading, Jumat malam. Dijelaskan Karading, salah satu saksi Faly memang berada di Tempat Kejadian Perkara (TKP) saat itu.

"Faly ini yang kemudian datang kong bapele pa dorang dua. Dia tu saksi paling dekat. Sesuai kata Faly, waktu dia ba pele Swetly so terlerai nda lama kemudian kong mati," jelas Karading.

Proses selanjutnya, kata dia, pihak Kepolisian masih menunggu kabar kondisi terkini dari tersangka."Sangat disayangkan kejadian ini. Padahal mereka masih memiliki ikatan saudara yang akhirnya terpisah dengan maut. Intinya, kasus ini akan kita seriusi sebab telah menyebabkan korban jiwa," lugasnya.(arfin tompodung)



Sponsors

Sponsors