Yulius Akhiri Hidup Dengan Gantung Diri

Diduga Karena Idap Penyakit Komplikasi


Tondano, ME

Yulius Wakary (59) pria paruh baya warga Desa Kembuan, Kecamatan Tondano Utara, Jaga II, memilih mengakhiri nyawanya dengan gantung diri menggunakan tali di kamar mandi rumah mereka, Rabu (3/6).

Korban pertama kali ditemukan oleh cucu lelakinya Frensy Kasim (10) sekitar pukul 14.15 WITa sore. Pada waktu itu Frensy ingin buang air, dia mengetuk pintu tapi tidak dibuka. Kemudian oma Frensy, Yuliana Najoan (70-an) ibu korban, mengetuk pintu sambil memintanya keluar tapi tidak menjawab. Frensy akhirnya mencoba melihat ke dalam dan didapati Yulius sudah tergantung.

"Opa bangun joh, kiapa so tidor tre. Waktu kita dapa tu tali ada se ika di koseng pintu," kata Frensy.

Korban yang sehari-harinya bekerja sebagai petani dan tukang bangunan ini, menurut keterangan sering mengalami rasa sakit. Menurut, Yuliana Najoan ibu korban, sebelum kejadian korban sempat berkata merasa sakit di bagian tangannya. Korban diketahui mengidap penyakit komplikasi di antaranya asam urat, kolesterol, bahkan matanya belum lama di operasi.

"Dia ja bilang depe tangan kata ja rasa kram-kram, mar mo pi ba priksa dia nemau. Padahal somo 60 (tahun) dekat-dekat ini," tutur Najoan.

Mengetahui kejadian ini anak-anak korban langsung menuju ke tempat kejadian. Sementar istri korban, Deitje Lumanauw (55) merasa terpukul.

Atas kejadian ini, keluarga langsung menghubungi pihak kepolisian. Namun, keluarga korban menolak untuk dilakukan otopsi.

Kepada manadoexpress.co, Kapolres Minahasa AKBP Ronald Rumondor SIK MSi membenarkan kejadian tersebut adalah murni bunuh diri.

"Kejadian ini sementara dalam penyidikan, disebut murni bunuh diri dengan bukti tanda tali dilehernya, dan masih menunggu laporan  selanjutnya," jelas Rumondor. (arfin tompodung)



Sponsors

Sponsors