Tragedi Pantai Kawis Ancam Prospek Wisata Sulut

Safety di Area Pantai Lemah


Tondano, ME

Pengembangan sektor pariwisata merupakan salah satu program unggulan pemerintah  provinsi serta kabupaten kota di Sulawesi Utara. Termasuk di Kabupaten Minahasa. Namun standar pengamanan baku bagi keselamatan wisatawan, kerap masih dianggap sebelah mata.

Tak heran,  beragam tragedi kecelakaan yang berujung maut  sering terjadi di sejumlah lokasi wisata pantai andalan Bumi Nyiur Melambai.  Itu menyusul ketidak-seriusan pemerintah daerah setempat dalam mengelola aset darmawisata tersebut.

Maklum, sebagian kawasan wisata di Sulut, kebanyakan masih ditangani pemerintah desa setempat atau kelompok masyarakat  tertentu. Sehingga pengelolaan kawasan wisata menjadi amburadul. Profesionalisme  terabaikan dan korban jiwa terus berjatuhan. Kunjungan wisatawan ke Sulut pun terancam.

Teranyar, musibah tragis yang menimpa  remaja  Kelurahan Liningaan Tondano  Timur,  Minahasa.  Sembilan generasi muda bangsa itu, tewas menggenaskan setelah tenggelam di kawasan Wisata Pantai Kawi Kecamatan Kombi, Sabtu (25/5) akhir pekan lalu.

Fenomena memiriskan itu pun  terus menuai reaksi tajam dari berbagai kalangan. Peristiwa  naas  itu  di Pantai Kawis dinilai jadi  bukti nyata  minimnya pengawasan keamanan dan keselamatan bagi pengunjung di lokasi wisata di wilayah Minahasa.

"Ini  harus menjadi pelajaran berharga bagi kita semua. Sistem pengawasan keamanan dan keselamatan pengunjung, di lokasi wisata Minahasa  masih sangat minim. Padahal, lokasi-lokasi wisata, terutama wisata pantai, memiliki tingkat bahaya yang cukup tinggi. Apalagi karakter pantai di Minahasa berhadapan langsung dengan laut lepas," sesal Ketua KNPI Minahasa, Jemmy Ringkuangan.

Pemkab Minahasa khususnya Dinas Pariwisata  pun diminta peka dalam menyikapi kejadian tersebut.  Mengingat dunia pariwisata Minahasa telah menjadi salah satu  tujuan wisatawan, lokal, nasional dan mancanegara.

"Harus ada pembenahan yang besar di dunia pariwisata Minahasa. Terutama dari segi keamanan dan keselamatan pengunjung. Kita semua, baik pemerintah, organisasi kemasyarakatan dan seluruh unsur masyarakat Minahasa, harus sama-sama bertanggung jawab  dan bergandeng tangan untuk melakukan pembenahan ini," tandas Ketua Umum Elang Nusantara Sulut ini.

Senada dilontarkan aktifis pemuda Sulut, Taufik Tumbelaka. “Ini jadi catatan khusus bagi pemerintah di Sulut dalam hal pengelolaan objek wisata.  Teristimewa di Minahasa. Kawasan wisata yang tak dikelola secara profesional, pasti akan membawa dampak negatif. Peristiwa mengenaskan di Pantai Kawis ini jadi contoh kongkrit. Malah ini bukan yang pertama kali terjadi, tapi sudah untuk yang kesekian kalinya terjadi di lokasi wisata pantai di Sulut ,” tanggapnya.

Media promosi wisata Sulut yang getol disosialisasikan pemerintah Sulut ke  tingkat global dan domestik dinilai akan terganggu. “ Ini jelas bisa mengancam kunjungan wisatawan ke Sulut. Pemerintah khususnya intansi terkait mesti secepatnya melakukan langkah pro aktif untuk melakukan pembenahan.  Terutama faktor keamanan dan keselamatan dari wisatawan. Ini tak hanya berlaku untuk pemkab Minahasa,  tapi seluruh pemerintah kabupaten kota di Sulut ,”  lugasnya.

“Minimal untuk kawasan wisata pantai ada papan peringatan di lokasi-lokasi yang dinilai berbahaya. Lebih bagus lagi, kalau ada pengawas atau penjaga pantai. Seperti safety di lokasi-lokasi wisata pantai di Bali.  Itu memang sudah  jadi protap standar baku untuk lokasi wisata pantai. Jangan hanya PAD nya saja yang dikejar. Keselamatan pengunjung harus dinomor satukan,” simpulnya.

Tanggapan serupa disampaikan Kapolres Minahasa, AKBP. Henny Posumah.  “ Khusus untuk pantai yang rawan harus dipasang tanda agar masyarakat tahu batasan pantai yang bisa untuk berenang,“ ujar Posumah disaat mengunjungi korban di RS Gunung Maria Tomohon Sabtu (25/5) lalu.

Pemberian tanda peringatan di pantai yang sering dijadikan tujuan wisata merupakan salah satu langkah antisipatif mencegah kecelakaan. “Masyarakat kita paling senang menghabiskan liburan di pantai, oleh karena itu tingkat keamanan warga perlu diperhatikan untuk menghindari terjadinya korban jiwa,” tutupnya.

Pemkab Minahasa, melalui Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Jeffry Korengkeng, ketika dikonfirmasi berjanji untuk  segera membenahi prosedur keamanan dan keselamatan di area wisata di Tanah Toar Lumimuut.  “Kita akan segera melakukan kiat-kiat untuk meningkatkan keamanan dan keselamatan di lokasi wisata, terutama kawasan pantai,” katanya. "Tentunya dengan melibatkan seluruh masyarakat lokal, terutama warga sekitar lokasi wisata.  Kita juga akan menyiapkan petugas keamanan pantai untuk mengawasi lokasi-lokasi wisata pantai yang ada serta akan memasang rambu-rambu atau tanda bahaya di spot-spot wisata yang dianggap berbahaya," jelas birokrat yang masih menjabat Inspektur Inspektorat Provinsi Sulut itu.

Itu semua  akan dilakukan  untuk mengantisipasi dan menghindari terjadinya kecelakaan di lokasi wisata. "Peristiwa di pantai Kawi merupakan duka bagi Minahasa.  Baik pemerintah dan masyarakat,” tandasnya sembari menambahkan seluruh jajaran Pemkab Minahasa, Senin (27/5) hari ini akan melakukan ibadah bersama dengan keluarga korban, di Gereja GMIM Sentrum Liningaan Tondano Timur.

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Utara melalui Juru  Bicara, Jackson Ruaw, meminta seluruh pemerintah kabupaten kota khususnya dinas pariwisata untuk memberi perhatian khusus soal  standar keamanan dan keselamatan pengunjung di lokasi wisata. “Kejadian bukan hanya menjadi duka bagi masyarakat Sulut. Namun ini jadi pengalaman yang sangat berharga bagi pemerintah dalam hal pengelolaan lokasi wisata. Keamanan dan keselamatan pengunjung harus diprioritaskan,” papanya. “Untuk itu kami imbau, seluruh pemerintah kabupaten kota di Sulut, khususnya di Minahasa, untuk segera membuat standar keamanan yang profesional disetiap lokasi wisata. Supaya kecelakaan yang menyebabkan korban jiwa di kawasan wisata tidak akan terulang lagi,” simpulnya seraya menyatakan Gubernur telah mengintruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sulut,  untuk turun tangan menyikapi peristiwa bencana di Pantai Kawi Kombi. (media sulut)

 

Foto: Panorama eksotik Pantai Kora-Kora dan objek wisata pantai lainnya di Minahasa terancam ditinggal wisatawan akibat lemahnya jaminan keselamatan pengunjung. (ist) 



Sponsors

Sponsors