Foto: Rinto Rachman. (Foto: Ist)
Fenomena Terjadi di Minut
Pilkada Kalo (udah) Jadi Pasti Lupa (akan janjinya), PIL KB Kalo Lupa (minumnya) Pasti Jadi (janinnya)
Oleh: Rinto Rachman aktivis LSM.
Awalnya saya cuma bisa cengengesan aja baca isi bbm (blackberry messenger) itu, gak penting banget tapi memang betul sekali itulah yang terjadi di Minahasa Utara (Minut) ini. Memang kenyataannya pada saat kita mengalami masa pemilihan pejabat daerah biar dari tingkat rendah sampe tingkat tinggi, semua berusaha untuk mengumbar janji biar warganya terpesona akan kewibawaan dan kemampuan dia untuk berbicara dan mengumpulkan simpatisan dan partisipan, yah walau tidak dipungkiri banyak juga disisipi sama selipan uang biar ceritanya akan dianggap sebagai calon pejabat rakyat yang royal dan dermawan, mampu kase kase uang sana sini (padahal mungkin aja dia berhutang untuk kase kase uang sana sini nya itu).
Fenomena ini yang terjadi di Minahasa Utara di saat Pilkada, uang berkuasa apalagi berbekal kemampuan meyakinkan dari obral janji yang rata-rata pasti bilangnya mampu mensejahterakan rakyatnya, mengurangi tingkat kemiskinan, membuka lapangan pekerjaan dan mengurangi tingkat pengangguran, memberantas korupsi, meningkatkan toleransi umat beragama... dan janji2 surga yang biasanya susah sekali bisa terwujud.
Harapan saya , mudah2an masih banyak calon kepala daerah yang mau menepati janji-janjinya di saat terpilih nanti, biar tidak kena sumpah sama warganya karena terlalu banyak mengumbar janji palsu..
Atau mungkin para calon kepala daerah ini musti punya prinsip PIL KB supaya kalau memang dia beneran lupa sama janji2nya, dia tetap mampu melakukan pekerjaannya sebagai kepala daerah dengan baik dan apa yang diminta sama warganya bisa dia laksanakan dengan baik dan ada hasil nyata dari pekerjaanya... itu lebih bersahaja dan dia menJADI kepala daerah yang dicintai warganya.(***)



































