Marthen Datang Cari Motornya di Polres Minahasa

Mapolres Minahasa Banyak Kedatangan Pencari Motor


Tondano, ME

Jumat (26/6) pagi, terpantau banyak orang terkumpul di Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Minahasa. Mereka datang meninjau jejeran motor barang bukti (babuk) yang dikumpulkan polisi hasil curian sindikat MK alias Bota. (Baca: Polres Minahasa 'Sikat' Otak Sindikat Besar Curanmor)

Motor yang dikumpul tersebut telah di pasangi 'police line' oleh pihak kepolisian. Beberapa di antaranya kelihatan telah dimodifikasi. Ada sekian kendaraan yang badan motornya telah dicabut.

Lebih banyak yang datang melihat adalah mereka yang pernah kehilangan kendaraan roda duanya. Selain itu ada pula yang menemukan motor milik keluarga atau kerabatnya di situ. Ketika mereka mengenalinya, motor itu kemudian dipotret. Hal ini dilakukan untuk menunjukkan kepada kerabat atau saudara mereka.(Baca: Polres Minahasa Bekuk Tiga Terduga Penadah Curanmor)

Marthen Dien, seorang pria warga Kelurahan Katinggolan, Kecamatan Tondano Timur, tampak sibuk mengamati jejeran motor tersebut. Ketika ditanyakan wartawan manadoexpress.co, dirinya mengungkapkan bahwa dirinya pernah kehilangan motor.

Bapak ini datang bersama dengan keluarganya untuk memastikan jika motor yang pernah hilang itu ada di salah satu barang bukti yang telah diamankan. Dengan seksama mereka berusaha mengenali jika seandainya motor itu ternyata telah berubah tampilan. (Baca: Polda Sulut Bekuk 'Raja' Curanmor)

Kata Marthen motornya 'lenyap' sejak bulan Mei 2015 lalu. "Depe tampa kejadian cuma di Tondano sini joh," tutur Marthen.

Lama Marthen mencari tetapi tidak menemui kendaraannya itu. Ia berharap babuk yang nantinya bertambah salah satu ialah motornya. Sebab dari pihak kepolisian sendiri sudah menyampaikan barangkali barang buktinya akan bertambah.

Kasat Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Minahasa AKP Ricky Prabowo mengatakan, timnya hingga saat ini masih terus berupaya mencari lokasi babuk yang lain. Salah satu caranya dengan bertanya kepada MK alias Bota tersangka tersangka otak sindikat itu. "Sampai kini kami masih dalam proses pengumpulan barang bukti," ungkapnya. (arfin tompodung)



Sponsors

Sponsors