Foto: Danau Tondano.
Bantu Atasi Eceng Gondok, Jepang 'Lirik' Dugong
2016, Danau Tondano Bersih
Tondano, ME
Tahun 2016 mendatang Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa bakal menerima dana hibah dari pemerintah Jepang dalam upaya pengelolaan dan pelestarian Danau Tondano dari gulma air atau eceng gondok. Ini adalah tindak lanjut dari kunjungan Pemkab Minahasa beberapa waktu lalu di Jepang.
"Nanti pada akhir juli atau awal agusutus mendatang tim dari Jepang akan mendatangi dan meninjau langsung keberadaan Danau Tondano serta wilayah pesisir laut yang ada di Minahasa. Pemkab sementara ini telah mempersiapkan segala sesuatu manakalah tim dari pemerintah Jepang datang untuk melihat langsung keberadaan daerah Minahasa. Sebab mereka yang nantinya akan menentukan bantuan yang akan diberikan berdasarkan hasil pengamatan atau tinjauan lapangan," ujar Bupati Minahasa, Drs Jantje Wowiling Sajow MSi (JWS).
JWS menjelaskan, tinjauan lapangan yang dilakukan oleh pemerintah Jepang yakni mencari tahu permasalahan yang terjadi di Danau Tondano. Menurut JWS Pemerintah Jepang akan mendatangkan tim ahli yang nantinya akan meneliti permasalahan yang terjadi di Danau Tondano serta serta cara pelestariaannya dimasa yang akan datang. "Kedatangan tim dari Jepang ini bukan untuk melakukan investasi melainkan untuk membersihkan Danau Tondano," tuturnya.
"Mereka nantinya akan membantu membersihkan eceng gondok dengan strategi yang mereka lakukan. Manakalah danau sudah bagus otomatis tidak menutup kemungkinan peluang investor masuk pasti ada," sambung JWS.
Terpisah, Asisten II Bidang Perekonomian dan Kesejatraan Pemkab Minahasa, Wilford Siagian, menjelaskan kunjungan pemerintah Jepang di Minahasa tidak hanya melihat langsung keberadaan Danau Tondano namun sasaran mereka juga melihat habitat dari Dugong atau ikan Duyung yang banyak terdapat diperairan pesisir Minahasa.
"Berdasarkan informasi, pemerintah Jepang tertarik dengan keberadaan dugong atau ikan duyung yang berada di perairan Timur dan Barat Minahasa untuk dilestarikan. Sebab, di Jepang saat ini mereka sementara melakukan pelestarian dugong. Ini yang menjadi salah satu daya tarik sehingga mereka mau datang ke Minahasa selain membantu Minahasa dari permasalahan eceng gondok di danau," ucap Siagian.
Selanjutnya, bersama dengan Pemkab Minahasa, pemerintah Jepang akan melakukan seminar tentang pengelolaan Danau Tondano dan wilayah pesisir laut yang ada di Minahasa. "Sesudah mereka mengumpulkan informasi, nantinya akan melakukan workshop tentang arah kemana pengelolaan danau tondano serta pesisir lauat minahasa berdasarkan data serta survei yang mereka lakukan," jelasnya.
Selanjutnya, menurut Siagian dari tinjauan lapangan tersebut, Pemkab Minahasa bersama dengan pemerintah Jepang akan melakukan workshop yang sasarannya untuk masyarakat pesisir di Danau Tondano.
"Seminar ini khusus untuk warga yang berdomisili di pinggiran danau. Para kumtua yang nantinya yang akan dihadirkan dan selanjutnya mesosilasisasikan kepada masyarakat cara pengelolaan lingkungan masyarakat di pinggir danau," jelas Siagian.
Ditambahkannya, berdasarkan tinjauan lapangan itu nantinya pemerintah Jepang dan Pemkab Minahasa akan dilakukan Memorandum of Agree atau penandatangan bersama atau persetujuan bersama dalam pengelolaan Danau Tondano serta pengelolaan wilayah pesisir yang ada di Minahasa. (revel maliangkay/media sulut)



































