Ratusan Siswa Bagikan Bunga Perdamaian di Tondano


Tondano, ME

Tergerak untuk mendorong keamanan dan perdamaian di tengah situasi yang ricuh, sekitar ratusan siswa Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan pihak kepolisian Minahasa melaksanakan kampanye damai di beberapa Kelurahan di Tondano, Rabu (8/7).

Pelaksanaannya ini digagas Kepolisian Resor (Polres) Minahasa dengan turut menggandeng Dinas Pendidikan dan Olahraga (Dikpora). Dalam aksi itu ditandai sejumlah bunga simbol kedamaian yang dibagikan kepada masyarakat. Ini agar di seluruh wilayah daerah konflik merasakan kasih, damai dan rasa persaudaraan. Sambil membagikan bunga, arak-arakan itu membersihkan setiap tempat yang dilalui. Mereka berharap kampanye itu dapat mengubah sesuatu untuk menghadirkan keamanan, supaya para siswa bisa belajar dan beraktivitas dengan tenang tanpa dibayangi rasa takut.

Dra Sultje Muntu MAP, kepala sekolah SMP Negeri 1 Tondano menyampaikan, selaku pihak sekolah mereka menginginkan dengan kegiatan ini, masyarakat bisa tergerak hati melahirkan kedamaian. "Kami melaksanakan kampanye damai ini dalam harap guna menjadikan suasana aman, damai dan tentram," akunya.

"Mari bersama ciptakan suasana kondusif yang aman, tentram dan nyaman. Damai dibumi, damai di hati," tandas Muntu.

Kanit Reg Ident, Iptu Lilik Setiono SH selaku Ketua Pelaksana menyampaikan, keamaanan tidak hanya milik orang tua tapi perlu ditabur sejak dini kepada anak-anak. "Kegiatan tersebut untuk menanamkan sejak awal kepada anak-anak SMA dan SMP agar peduli terhadap Kamtibmas (Keamanan dan ketertiban masyarakat), jelasnya.

Dikatakannya lagi, gerakan itu mencontohkan kepada warga yang sedang rawan ricuh Ranowangko, Kendis, Wengkol, Katinggolan untuk peka terhadap setiap peristiwa yang telah terjadi. "Dengan ini anak -anak  melintasi daerah tersebut bisa merasa nyaman dan masyarakat bisa aman terkendali," cerocosnya.

"Anak-anak penerus masa depan butuh perdamaian dalam mengisi kemerdekaan dalam tugas belajar. Ketika suasana Kambtibmas aman otomatis mereka tenang belajar," tutupnya. (arfin tompodung)



Sponsors

Sponsors