Foto: Tersangka NK alias Robot. (Foto: Humas Polda Sulut)
Resmob Polda Sulut 'Door' Pelaku Curanmor
Manado, ME
Tim Reserse Mobil (Resmob) Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Utara (Sulut) bekuk pelaku pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) disebuah tempat kost di Malalayang, Kamis (9/7) pekan lalu. NK alias Robot terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas pada bagian kaki, karena berusaha melawan saat diminta menunjukkan barang bukti hasil kejahatannya.
Direktue Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Sulut, Kombes Pol Pietra Ratulangi, dalam keterangan persnya kepada sejumlah Wartawan mengatakan, tersangka merupakan buronan Polisi sejak 2012. “Tersangka adalah buronan Polisi sejak 2012, dan berhasil ditangkap berkat kerja keras anggota dilapangan. Barang bukti yang diamankan 3 unit sepeda motor,” ujar Ratulangi.
Dikatakannya, selain melakukan pencurian sepeda motor, tersangka juga beberapa kali melakukan aksi kejahatan seperti pembegalan. “Tahun 2014 tersangka pernah melakukan pembegalan di ringroad,” lanjutnya.
Dikatakannya, tersangka juga telah melakukan perekrutan calon pelaku baru. “Kasus ini akan terus dikembangkan guna mengungkap pelaku lain yang terlibat dalam jaringan NK ini. Termasuk barang bukti lainnya tetap akan dicari,” tegas Ratulangi.
Diketahui, SS alias Sincan, yang merupakan salah satu anggota sindikat ini telah ditangkap pada 23 Juni lalu. (Baca: Polda Sulut Bekuk 'Raja' Curanmor)
Sementara itu Kabid Humas Polda Sulut, AKBP Wilson Damanik, menghimbau kepada masyarakat agar berhati-hati jika memarkirkan kendaraannya. “Masyarakat dihimbau agar berhati-hati jika memarkirkan kendaraannya. Parkirlah pada tempat yang aman, dan lengkapi dengan kunci pengaman ganda,” himbau Damanik.
Terkait hasil curanmor yang diindikasi dijual diberbagai daerah dengan harga murah, Kabid Humas juga menghimbau agar masyarakat tidak tergiur untuk membelinya. “Masyarakat jangan mudah tergiur jika ada pihak-pihak yang menawarkan kendaraan dengan harga murah, tanpa dilengkapi dengan surat-surat resmi. Perlu diwaspadai, kendaraan tersebut kemungkinan hasil kejahatan. Laporkan kepada kepolisian,” pungkas Damanik.(tim me)



































