Chikungunya 'Serang' Minsel

10 Kasus Landa Desa Sulu Dalam Sepekan


Amurang, ME

Masyarakat Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) sedang dilanda kecemasan. Teror wabah penyakit Chikungunya kembali datang mengintai. Satu persatu korban mulai berjatuhan. Bayang-bayang maut mengancam Bumi Nyiur Melambai.

Warga Sulawesi Utara (Sulut) memang patut waspada. Merebaknya wabah Chikungunya di Kabupaten Minsel berpotensi besar menjadi awal penyebaran ke daerah lainnya. Bayangkan, hanya dalam kurun waktu sepekan ini, puluhan warga Desa Sulu Kecamatan Tatapaan diidentifikasi terkena penyakit Chikungunya.

Penting bagi masyarakat untuk mengenal jenis penyakit ini. Dalam dunia kedokteran, Chikungnya dikenal sebagai salah satu penyakit yang membahayakan. Penyebabnya adalah sejenis virus yang dikenal dengan nama alphavirus. Penularannya disebar oleh nyamuk aedes aegypti, jenis nyamuk sama yang menularkan virus dengue penyebab penyakit demam berdarah (DBD). Tak heran intesitas penyebarannya berlangsung sangat cepat.

Penderita Chikungunya biasanya akan merasakan gejala seperti demam diikuti dengan linu di persendian, timbul bintik-bintik merah di kulit, serta tidak bisa berjalan karena tulang persendian terasa sakit dan ngilu. Gejala-gejala ini dialami sebagian masyarakat Desa Sulu di Kabupaten Minsel yang diidentifikasi terkena Chikungunya.

Merebaknya wabah penyakit di Tanah Cita Waya Esa langsung memantik reaksi berbagai kalangan. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Minsel dari fraksi Partai Golkar, Jhon Lamia, bahkan mengaku terus mendapatkan keluhan dari masyarakat terkait mewabahnya penyakit Chikungunya belakangan ini. Pemerintah didesak segera bertindak.

“Sudah banyak warga yang melaporkan wabah penyakit ini. Makanya saya minta pemerintah melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) agar secepatnya melakukan tindakan pencegahan sehingga penyakit ini tidak menjadi kasus luar biasa,” tegas legislator Beringin Minsel ini.

Pihak pemerintah pun tak menampik soal kabar merebaknya penyakit ini. Dikonfirmasi Media Sulut, Kepala Dinas Kesehatan Minsel Maritje Pontoh, bahkan mengakui jika pihaknya telah melakukan langkah-langkah pencegahan untuk menangkal penyebaran penyakit Chikungunya supaya tidak mewabah.

“Saya sudah perintahkan pihak Puskesmas untuk melakukan abatesasi serta sosialisasi terkait pencegahan penyakit Cikungunya. Di Desa Sulu, memang telah kami temukan sedikitnya 10 kasus Cikungunya, yang kemungkinan besar tergigit nyamuk di kebun. Penyakit ini kemudian menular ke warga lainnya melalui gigitan nyamuk aedes aegypti,” jelas Pontoh saat ditemui Kamis (30/7) kemarin.

Di sisi lain, dia pun menghimbau warga untuk menjaga kebersihan lingkungan. “Lingkungan yang kotor menjadi faktor utama penyebab munculnya berbagai jenis penyakit. Makanya masyarakat kami minta untuk terus memperhatikan kebersihan lingkungan tempat tinggalnya,” kata dia.

Tak hanya itu, pemanfaatan fasilitas kesehatan juga sangat disarankan apabila ada warga yang mengalami gejala penyakit ini. “Jika sudah terserang Cikungunya, sebaiknya langsung memeriksakan diri di Puskesmas atau Poskesdes terdekat. Jangan biarkan penderita berada dirumah, karena anggota keluarga yang lain berpotensi tertular virus penyakit ini. Upayakan segera bawa ke dokter atau Puskesmas terdekat untuk mendapat pertolongan medis secepatnya,” ungkapnya. (media sulut)



Sponsors

Sponsors