Foto: Jenazah Jimmy Suoth (31).
Sekdes Leleko Protes Kronologi Laporan Kepolisian
Remboken, ME
Laporan pihak kepolisian terkait kronologi pertikaian antar warga di Desa Leleko dan Talikuran Kecamatan Remboken menuai protes dari Pemerintah Desa Leleko. Sekretaris Desa Leleko, Jemmy Kalangi, membantah keras jika peristiwa yang berimbas pada tewasnya Jimmy Suoth (31), warga Desa Leleko Jaga III, Senin (17/08) malam, sekitar pukul 20.00 wita, didahului dengan tindakan penyerangan yang dilakukan warganya.
Dia mengatakan, laporan polisi yang menyebutkan penyerangan ke acara syukuran 40 hari di salah satu rumah di Desa Paslaten oleh pemuda asal Leleko, tidak benar adanya.
“Yang benar adalah, sejak sore hari, sejumlah pemuda asal Talikuran sudah lebih dahulu menyerang salah satu rumah warga di Desa Leleko dan melakukan penodongan dengan barang tajam. Oleh warga yang bersangkutan sudah dibuatkan laporan polisi di Polsek Remboken tapi oleh petugas hanya dikatakan nanti akan ditindaklanjuti,” papar Kalangi.
Berdasarkan penuturannya, persoalan kemudian berlanjut sampai malam hari. Beberapa pemuda Leleko kemudian berjaga di perbatasan desa untuk mengantisipasi bila ada serangan dari Paslaten. Dia berkisah, pada malam sekitar pukul 20.00 wita itu, sekelompok orang dari Talikuran kemudian memang datang menyerang termasuk menyerang korban yang mengakibatkan Jimmy kena tikaman di paha kanannya.
“Intinya, kami membantah keras bila Leleko dituding lakukan penyerangan lebih dahulu,” tandasnya, sembari menyesalkan lambatnya penanganan Polsek Remboken yang akhirnya berbuntut pada kasus pembunuhan ini.
Sementara, informasi terakhir di Remboken hingga berita ini diturunkan belum kondusif karena antar warga dan aparat Kepolisian dan TNI masih berjaga. (revel maliangkay/media sulut)



































