Pagelaran Budaya Tutup Acara Peruati


Tondano, ME

Meriahnya acara penutupan Kongres Nasional (Konas) ke IV dan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 20 Persekutuan Perempuan Berpendidikan Teologi di Indonesia (Peruati) ketika diakhiri dengan Pagelaran Budaya dari tiap daerah, Minggu (30/8), di halaman gedung gereja jemaat Imanuel Koya.

Penampilan budaya diatur oleh Badan Pengurus Daerah (BPD) Peruati. Beberapa di antaranya memberikan pertunjukkan lengkap dengan kostum adatnya.

Pegelaran lebih semarak ketika setiap pementasan dari salah satu kebudayaan BPD kemudian diikuti dan digabung dengan daerah lain. Caranya dengan melakukan penyesuaian dari tiap gerakan yang diperagakan suatu pementasan BPD yang tampil.

Pendeta Ratnawati Lesawengen SSi. Teol yang masih tetap menjabat sekretaris Peruati mengungkapkan, pagelaran budaya memang sudah biasa ditampilkan dalam setiap pertemuan-pertemuan Peruati. Hal ini bermanfaat agar setiap BPD mampu mengembangkan kebudayaannya sambil juga melihat dan mengenal budaya daerah lain. "Dengan adanya pagelaraan budaya kita tidak hanya mengenal budaya kita saja tapi budaya dari berbagai daerah, karena itu menggambarkan identitas kita dan jati diri," tuturnya.

Ia mengapresiasi panitia, masyarakat, warga GMIM juga pemerintah yang menerima daan menyambut kedatangan mereka dengan baik. "Kesan saya sangat baik selama mengikuti kongres ini ketika boleh diterima, pelayanannya dan keramahan dari penyambutan," ujar Pendeta dari Gereja Masehi Injili Halmahera ini.

Ketua Peruati, Pendeta Ruth Ketsia Wangkai MTh berharap, ke depannya Peruati sebagai sebuah persekutuan dan gerakan semakin berkembang dalam perjuangan disesuaikan dengan visi dan misi Peruati. "Peruati akan terus menjadi gerakan perjuangan perempuan yang nantinya tidak hanya kami yang berpendidikan teologi tapi juga menjadi gerakan setiap perempuan," paparnya. (arfin tompodung)



Sponsors

Sponsors