Disparbud Janji Amankan Benda Sejarah di Benteng Moraya


Tondano, ME

Banyaknya keluhan dari warga menyangkut keberadaan situs-situs bersejarah di lokasi pengerjaan Benteng Moraya, akhirnya mendapat penjelasan dari Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Minahasa.

Dari kunjungan setiap warga melihat penemuan benda bersejarah itu hingga status di media sosial terus mempertanyakan maksud dan rencana pemerintah Disparbud Minahasa dalam pengerjaan tersebut.

"Kami mengharapkan pemerintah tidak mengabaikan situs bersejarah ini, karena ini menyangkut kebudayaan kita,"  ujar Jefry Kainde, saat mengunjungi lokasi tersebut.

Hal serupa diutarakan, Lery Senduk yang kala itu meninjau penemuan itu. Ia mengungkapkan keprihatinannya terhadap benda bersejarah tersebut. Dirinya meminta pemerintah mengupayakan pengaturan situs budaya. "Kami tidak tahu apa rencana pemerintah yang jelas benda bersaejarah ini tidak diabaikan," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Disparbud Minahasa Debby Bukara ketika dikonfirmasi menjelaskan, benda-benda bersejarah ini hanya diangkat untuk diamankan sementara agar tidak tertimbun tanah. Jika sudah dilakukan penelitian oleh Badan Arkeologi Manado benda-benda ini akan disiapkan tempat khusus untuk diletakkan. Makanya, pihaknya melarang jika ada yang datang dan akhirnya justru merusak benda itu dan mengahmbat proses pengerjaan. "Kami akan tetap menjaganya, karena tempat ini akan jadi pusat lokasi budaya di Minahasa," terangnya.

Dikatakannya, tempat itu akan dibangun relief menceritakan budaya Minahasa. "Rehabilitasi akan dilakukan bertahap tiap tahun disesuaikan dengan kondisi keuangan daerah. Tahap rehabilitasi delapan koma empat M (8,4M) dan saat ini masih dalam proses pengerjaan," jelasnya.

"Jika dalam pengerjaan ditemukan ada lagi benda bersejarah kita amankan dulu. " tandasnya. (andrey)



Sponsors

Sponsors