Foto: JWS saat memberikan penghiburan.
Perjuangan PO Kandouw Kiranya Diteruskan Keluarga
Tondano, ME
Pemkab Minahasa menggelar Ibadah Penghiburan atas meninggalnya Almarhum Posumah Oktafianus (PO) Kandouw, Kamis (10/9), di Rumah Duka Keluarga Kandouw-Lompoliuw, Tondano. Dimana saat itu Bupati sempat menyampaikan harapannya agar kehidupan PO Kandouw dapat di teladani.
Bupati Minahasa Drs Jantje Wowiling Sajow MSi (JWS) hadir dalam ibadah itu, didampingi Sekdakab Jeffry Korengkeng SH MSi, Asisten I Dr Denny Mangala MSi, Asisten II Dr Wilford Siagian MA, Asisten III Hetty Rumagit SH, Inspektur Frits Muntu SSos, jajaran Pejabat Pemkab, para Camat serta para pejabat lainnya.
Sementara, di pihak keluarga yang berduka tampak ibu Janda Thelma Kandouw-Lompoliuw, anak sulung almarhum Drs Steven Kandow yang juga Ketua DPRD Sulut bersama isteri dr Devy Tanos, anak kedua Glady Kandouw SE dan suami Erwin Pioh SE, para cucu almarhum serta kerabat keluarga terdekat lainnya.
Ibadah yang dipimpin oleh Ketua FKUB Minahasa Pdt Evert Tangel STh MPdK ini mengambil bacaan Alkitab dalam Mazmur 34:16-23. Pdt Tangel yang juga Ketua BPMW Tondano Dua mengatakan, kenangan kepada orang benar mendatangkan berkat. Kekuatan dan kuasa Tuhan-lah yang memberikan kehidupan dan kematian.
Sementara Bupati JWS dalam sambutannya memberikan penghiburan dan dukungan bagi keluarga.
"Tidak gampang perjuangan keluarga yang diberikan kepada orang yang mereka kasihi. Bapak PO Kandow adalah salah satu saksi hidup tentang perkembangan Minahasa yang mendukung dan membantu pemerintah, baik sebagai pengusaha maupun selaku pimpinan gereja," ucap Bupati.
"Sikap kerendahan hati sebagai seorang pelayan Tuhan, dilakukan almarhum dengan menjemput jemaat saat ibadah. Beliau bukan hanya memiliki kekayaan tapi juga kehormatan serta komitmen yang selanjutnya diturunkan kepada anak-anaknya," tambah JWS.
Bupati mengharapkan agar isteri dan anak-anak dapat melanjutkan perjuangan almarhum yang sudah mendahului kita semua. Akhir ibadah berupa ucapan terima kasih oleh Drs Steven Kandow atas nama keluarga yang berduka. (andrey tandiapa)



































