Bupati Respon Baik Perkembangbiakan Pisang Abaca di Mitra


Silian, ME

Bupati Minahasa Tenggara (Mitra) James sumendap SH, bersama Direktur Jendral (Dirjen) Perkebunan Ir Gamal Nasir MS yang mewakili Menteri Pertanian RI serta Chairman PT Viola Fiber Internasional Shri Anil Puri, disaksikan anggota Komisi IV DPR RI Ir Mindo Sianipar, menandatangani prasasti pembangunan Laboratorium kultur jaringan perkebunan Abaca di Mitra yang bertempat di perkebunan Tepu Desa Silian Satu, Kecamatan Silian Raya, Jumat (9/10). Usai penandatanganan prasasti, dilanjutkan dengan peletakan Batu pertama pembangunan serta penanaman perdana bibit pisang abaca.

Bupati dalam sambutannya berterima kasih atas kepedulian dan dukungan dari anggota DPR-RI Ir Mindo Sianipar karena peduli dengan Minahasa Tenggara yang mengundang investor untuk melakukan usaha di Mitra.

Bupati menandatangani prasati pembangunan Laboratorium kultur jaringan perkebunan Abaca

"Kepada PT Viola Fiber International saya minta semua tenaga kerja diambil dari Minahasa Tenggara, agar semua tenaga kerja dapat terserap dalam pengembangan pisang abaka. Masyarakat harus memanfaatkan peluang ini karena bisa menguntungkan baik dari segi lapangan kerja. Dan untuk warga yang berada di sekitar perkebunan, tunjukan skil, semangat, rajin dan kerja benar sehingga produktiditas bisa meningkat," ujar Bupati.

Pemerintah juga dalam hal ini Bupati akan membuat MoU dengan perusahaan terkait penyerapan tenaga kerja dari Mitra.

Peletakan batu pertama pembangunan Laboratorium

"Saya akan siapkan 1500 ha lahan, pertama 750 hektare akan saya keluarkan rekomendasi, dan saya menjamin tidak akan mengganggu perkebunan warga, nantinya setelah ada plasma kiranya petani agar dapat menanam, tanam di bawah pohon kelapa milik petani, selain mendapat tanaman dan pemeliharaan areal perkebunan dapat dimanfaatkan dengan benar," kata Sumendap.

Foto bersama usai penanaman pisang abaca

Diketahui, serat pisang ini diambil dari batang semunya yang dikeringkan. Dari serat ini dapat dibentuk menjadi benang, pakaian. Pisang Abaca juga mulai di olah menjadi bahan kertas uang. Serat abaca mempunyai kualitas yang bagus dan bisa membuka peluang usaha bagi masyarakat. Sebelumnya pisang ini menjadi gulma di beberapa daerah dan negara yang banyak tumbuh di lingkungan masyarakat tetapi setelah di ketahui kegunaan dan nilai ekonomi sangat tinggi banyak masyarakat mulai membudidayakan pisang abaca tersebut. (robby lumi)



Sponsors

Sponsors