Foto: Harianto Suratinoyo.
Legislator Minsel Kritisi Pemerintahan Jokowi-JK
Amurang, ME
Setahun sudah berlalu, masa bulan madu dengan para partai pendukung dan para relawan harus diakhiri. Hasil yang mengecewakan di tahun pertama ini merupakan warning bagi Presiden Jokowi dan kabinetnya untuk berbenah dengan melaksanakan Nawacita.
Demikian dikatakan Ketua Fraksi Partai Gerindra yang duduk di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Minahasa Selatan (Minsel) Harianto Suratinoyo. Harianto dengan tegas mengkrtisi pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla (Jokowi-JK) yang kini memasuki usia satu tahun.
“Kerja, kerja, kerja. Semboyan ini ternyata belum mampu memenuhi ekspektasi masyarakat Indonesia. Banyak janji kampanyenya yang tertuang dalam Nawacita tak dilaksanakan dengan baik. Bahkan, selama 12 bulan ini pemerintahan Jokowi-JK cenderung hanya berupaya untuk memuaskan ”hasrat politik” dan kepentingan partai pendukung dan para relawan. Misalnya, pelemahan ekonomi membuat angka kemiskinan meningkat. September lalu jumlah penduduk miskin di Indonesia bertambah 28,59 juta jiwa,” ujarnya.
Menurutnya, satu tahun ini kita hanya melihat lebih banyak melakukan ”politik balas budi”. Berbagai hasil survei juga menunjukkan tren menurunnya kepuasan masyarakat terhadap pemerintahan Jokowi hingga di bawah 50%. Waktu satu tahun memang belum bisa dipakai sebagai indikator untuk menilai keberhasilan sebuah pemerintahan.
“Jokowi- JK harus mengubah gaya kepemimpinannya. Selain itu, kepemimpinan Jokowi juga dinilai tidak independen dan terkesan disetir partai-partai pendukung. Selain itu, gaya kepemimpinan Jokowi harus pula berubah tak lagi mengedepankan pencitraan atau popularitas seperti saat kampanye. Saat sudah terpilih, yang harus menjadi fokus adalah seluruh masyarakat Indonesia bukan lagi hanya para pendukungnya. Jawablah kritikan masyarakat dengan benar-benar melakukan kerja nyata. Kritik masyarakat terhadap pemerintah seharusnya dijawab dengan kerja yang sungguh-sungguh,”ungkap Suratinoyo. (drim’s jandri moningka/media sulut)



































