Foto: Ilustrasi.
'Black Campaign' Hantui Pikada Minsel
Amurang, ME
Pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) bupati dan wakil bupati Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) tinggal menyisahkan dua bulan lagi. Namun intrik-intrik jelang pesta demokrasi 5 tahunan ini terus menghangat.
Black Campaign atau biasa di sebut kampanye terselubung mulai di lakukan sebagai pencitraan calon bupati. Cara ini sering ditemui di media sosial. Tak jarang orang menggunakan media sosial untuk menjatuhkan calon lain lewat postingan-postingan yang tidak bertanggung jawab. Parahnya aksi tidak terpuji ini dilakukan dengan menggunakan akun palsu.
"Sudah menjadi rahasia umum. Tak bisa dipungkiri lagi dalam melakukan black campaign muncul praktik mengunggulkan salah satu calon dan menjatuhkan calon lain dengan cara yang tidak baik," ungkap generasi muda Minsel, Randy Rompas kepada manadoexpress.co di kantor bupati, Senin (9/11).
Dia menuturkan hal ini bisa dilihat dengan giatnya para tim pemenangan melakukan black campaign guna mendongkrak popularitas masing-masing calon bupati.
"Dimanapun itu, yang namanya balck campaign pasti ada," tuturnya.
Dia mengharapkan, ada langkah strategis untuk mengusut setiap balck campaign yang jelas-jelas akan menodai pelaksanaan Pilkada nantinya.
"Peran masyarakat sangat penting. Masyarakat diharapkan jangan termakan dengan isu-isu yang menyudutkan pasangan calon," terangnya.
"Saya rasa masyarakat Minsel sudah semakin cerdas dalam menentukan pilihan dan tidak akan termakan dengan isu-isu black campaign," tambah Randy. (jerry sumarauw).



































