Teror Longsor Ancam Warga Mitra


Ratahan, ME

Kecemasan mulai melanda warga Minahasa Tenggara (Mitra). Sebabnya, kendati belum sepekan diguyur hujan, potensi terjadinya bencana longsor mulai nampak. Ini terlihat dari mulai munculnya sejumlah titik longsoran kecil di sejumlah lokasi rawan bencana. Pemandangan seperti ini bisa ditemui salah satunya di ruas jalan kawasan gunung potong, yakni pintu gerbang Mitra yang terletak di Desa Pangu Kecamatan Ratahan Timur.

Dari pantauan media ini, beberapa titik longsor mulai nampak di kawasan ini. Longsoran tanah di salah satu titik bahkan telah mengakibatkan kerusakan kecil pada proyek drainase yang sementara dikerjakan.

Ditenggarai, longsoran yang terjadi di wilayah gunung potong ini dipicu oleh proyek pelebaran jalan beberapa waktu lalu. Dimana, pembuatan catingan disisi ruas jalan yang awalnya dibuat tegak lurus membuat tanah mulus meluncur.

Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran dari para pengguna jalan yang sering melintas di rute tersebut.

“Yang kita takutkan saat ini sudah masuk musim penghujan. Bayangkan beberapa hari saja sudah terjadi longsoran kecil. Jika satu bulan diguyur hujan terus, bisa dipastikan akan terjadi longsoran besar,” kata Roy Tiwa, salah seorang pengguna jalan yang sering melintasi ruas jalan tersebut.

Dirinya pun meminta pemerintah untuk segera melihat hal ini dengan serius dan segera mengambil langkah antisipasi seperti membangun tanggul penguat tebing dilokasi-lokasi rawan. “Kalau bisa secepatnya, agar kita pengguna jalan lebih merasa nyaman saat melintas disana,” pintanya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mitra Jopi Mokodaser saat dihubungi soal ini mengatakan, proyek tanggul penahan tebing memang sementara dikerjakan oleh instansi teknis di kawasan itu.

“Jauh-jauh hari hal ini sudah dipikirkan oleh pemerintah. Saat ini pembangunan tanggul penahan tebing memang sementara dikerjakan,” sebutnya.

Terkait potensi bencana longsor dimusim penghujan ini, Mokodaser mengatakan jika pihaknya akan membuat edaran di tiap kecamatan.

“Intinya kita himbau masyarakat khususnya yang bermukim diwilayah pegunungan agar supaya waspada. Jika intensitas curah hujan terus terjadi, alangkah baiknya sebagai langkah antisipasi mengungsi kedaerah yang aman,” tandasnya. (jeksen kewas/media sulut)



Sponsors

Sponsors