Sangian Resmikan Gudang dan Lantai Jamur Kelompok Tani Soputan Jaya


Tombatu, ME

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), Ir Elly Sangian, mewakili Bupati Mitra James Sumendap SH, dalam Panen Perdana dan Peresmian Balai Benih serta lahan jemur, kelompok Tani Soputan Jaya, desa Mundung.

Acara yang diawali panen benih perdana dan dilanjutkan dengan ibadah syukuran dihadiri oleh jajaran Dispertanak Mitra, perwakilan BP3K baik dari Provinsi maupun yang dari Mitra, serta seluruh perwakilan penyuluh pertanian yang ada di kecamatan Tombatu Timur.

Pendeta Euneke Kindangen ketika memimpin ibadah syukur mengatakan, meskipun manusia punya rencana namun yang menentukan adalah kuasa yang di atas," kita harus syukuri segala sesuatu, seperti layaknya panen dan peresmian balai dan lokase jemur kelompok tani saat ini dan tentunya semua ini berasal dari perkenanan Tuhan" katanya.

Sementara Elly Sangian, ketika membawakan Sambutan Bupati James Sumendap SH, sebelumnya meminta maaf, dikarenakan sesuai perencanaan sebelumnya yakni bupati yang akan hadir langsung dalam kegiatan kali ini, dikarenakan dirinya sudah menandatangani surat tugas untuk mendampingi pihak DPRD dalam konsultasi mengenai perda rabies di Mitra.

"Sebenarnya beliau yang akan hadir langsung, namun ada tugas mendadak yang tak bisa ditinggalkan, sehingga beliau tak bisa hadir, padahal dirinya berkeinginan besar untuk bersama-sama dengan kelompok tani, sehingga saya yang dipercayakan meskipun sebenarnya ada TL juga yang harus di hadiri dalam rangka konsultasi perda rabies di jakarta, dan ini juga merupakan kepedulian Bupati dalam dunia pertanian sehingga saya tetap berada di Mitra" ujar sangian, Kamis (19/11)

Lanjutnya, dimana dalam rangka mendukung swasembada berkelanjutan padi (swasembada pangan), pemerintah telah menetapkan Upaya khusus (Upsu) melalui beberapa kegiatan seperti rehabilitasi jaringan irigasi tersier, kegitan pendukung lainnya juga mulai dari Penyediaan alat dan mesin pertanian (Alsintan).

"Banyak kegiatan dan juga program yang telah pemerintah terapkan dalam pencapaian swasembada pangan di Mitra, bahkan menargetkan akan tercapai dalam kurun waktu 3 tahun," terang Sangian.

Elsa juga mengatakan dimana permasalahan yang dihadapi dalam menuju swasembada yakni , peningkatan produksi yang belum terpenuhi, kebutuhan benih yang unggul dan berkualitas sehingga pemerintah memberikan banyak fasilitas sebagai kemudahan bagi petani.

"Makanya ada program seribu desa mandiri benih untuk mengatasi permasalhan tersebut, yang dimulai dengan pembangunan gudang benih yang dimana bertujuan untuk membantui petani dalam penyediaan benih berkualitas dan diharapkan fasilitas ini dapat memberikan keuntungan yang signifikan bagi petani yang ada," ungkapnya.

Dirnya juga menuturkan, dimana banyak bantuan yang datang di Mitra terlebih di bidang pertanian, semuanya berkat lobi kuat dari Pimpinan daerah.

"Bantuan baik optimasi Gptt atau irigasi dan peralatan yang sudah petani nikmati semuanya berkat usaha dal lobi dari bupati James Sumendap SH dan wakil Bupati Ronald kandoli, jadi kita harus syukuri dan dukung terus program dari pemerintah kabupaten," tutur sangian sembari memberi contoh untuk bantuan traktor yang di sulut ada 18 unit dan mitra mendapatkan 3 unit dibandingkan dengan kabupaten lain yang menurutnya lebih besar akan kebutuhannya dilihat dari jumlah lahan yang ada.

Untuk mitra ada 3 kelompok yang termasuk dalam seribu desa mandiri benih se indonesia dengan penyebaran di beberapa kecamatan.

"Ini bukan saja program sekedar ataupun di saat ini, namun berkelanjutan, di kecamatan ratahan ada permata mitra dan posumaen di makapiho serta di tombatu timur kelompok soputan jaya," tambahnya (robby lumi)



Sponsors

Sponsors