Foto: Longsor di Desa Pangu Kecamatan Ratahan Timur, akhir pekan lalu, menutup separuh badan jalan.
BPBD Terbitkan SK Siaga Bencana
Banjir dan Longsor Mengancam
Ratahan, ME
Bahaya banjir dan longsor mulai mengancam sebagian wilayah di Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra). Intensitas curah hujan yang tinggi hampir sebulan belakangan ini jadi pemicu utama. Lima kecamatan darurat bencana.
Transisi musim yang terjadi sejak awal November ini memang membuat warga patut waspada. Mengingat wilayah Mitra termasuk 'langganan' banjir dan longsor kala musim penghujan mulai berkepanjangan. Apalagi sejumlah titik longsor kecil mulai nampak dibeberapa wilayah.
Menyadari bahaya ini, pemerintah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mulai melakukan langkah antisipasi dengan memberikan imbauan kepada warga masyarakat untuk senantiasa waspada. “Status wilayah kita sudah masuk siaga bencana. Bahkan kita sudah menerbitkan SK Siaga Bencana. Itu berdasarkan rekomendasi pihak BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) dalam rapat koordinasi baru-baru ini,” papar Kepala BPBD Mitra, Jopie Mokodaser.
Kata dia, untuk wilayah Mitra ada lima kecamatan yang bisa dikategorikan sebagai wilayah rawan terjadi banjir dan longsor berdasarkan pemetaan yang dilakukan BPBD Mitra. Daerah rawan banjir meliputi Kecamatan Ratahan dan Posumaen. Sedangkan potensi longsor sangat tinggi terjadi di Kecamatan Tombatu, Ratahan Timur, Ratahan dan Touluaan Selatan.
“Pemetaan ini berdasarkan kajian dari tahun ke tahun. Faktor letak geografis dan struktur tanah yang rentan di wilayah-wilayah ini yang kemungkinan besar menjadi penyebab utama banjir dan longsor,” sebut Mokodaser.
Pihaknya pun mengimbau warga, khususnya yang bermukim dilokasi perbukitan dan dibantaran sungai agar selalu waspada. “Bencana itu bisa datang sewaktu-waktu tanpa kita duga. Jadi waspada sejak dini mungkin adalah langkah antisipasi yang paling tepat. Apalagi jika curah hujan semakin intens, disarankan sebaiknya mengungsi dulu ke tempat-tempat yang aman,” tandasnya.
Semantara pihak BMKG memprediksikan, intensitas curah hujan yang tinggi akan mencapai puncaknya pada Januari sampai Maret 2016 mendatang. (jeksen kewas/media sulut)



































