Brani: Pertamina Berdusta Kepada Dua Juta Rakyat Sulut


Manado, MS

Janji Pertamina Manado untuk memenuhi ketersediaan stok gas elpiji 3 kilogram di Sulawesi Utara, sebelum dan sesudah Lebaran, hanya pepesan kosong. Salah satu bahan kebutuhan pokok masyarakat itu, kini lenyap di pasaran. Agen dan pangkalan pada umumnya kosong. Jika ada, harganya pun melonjak hingga Rp30 ribu pertabung. Warga pun menjerit. Sebuah badan usaha milik negara (BUMN) itu, kembali menebar teror di Bumi Nyiur Melambai. Sorotan serta kecaman tajam pun mengalir deras dari berbagai elemen masyarakat.

 

Pertamina Manado diminta bertanggung-jawab. “Jika memang benar seperti itu, berarti Pertamina sudah berdusta kepada Dua juta rakyat Sulawesi Utara. Sudah sepantasnya kinerja pimpinan pertamina angkat kaki dari sini,” tegas anggota Komisi IV Benny Rhamdani.

 

Menurut personil Komisi yang membidangi kesejahteraan rakyat ini, pihak pertamina jangan berani memberikan janji jika tidak ditepati. “Elpiji tersebut sudah merupakan kebutuhan dasar warga. Jangan janji jika tidak dapat ditepati. Itu merupakan pembohongan publik,” ucap Brani panggilan akrab Rhamdani.

 

Hal senada diungkapkan anggota Komisi II DPRD Sulut, Teddy Kumaat. “Sudah berulang kali saya katakan, Pertamina harus lebih serius menangani masalah ini. Jangan masalah kelangkaan Elpiji ini terus terjadi di Sulut. Kami akan meminta klarifikasi terhadap pertamina lewat hearing,” ungkap Kumaat yang merupakan personil komisi II yang membidangi masalah perekonomian. (ronald rorong/media sulut)

 

Foto : Benny Rhamdani.



Sponsors

Sponsors